Mengenal Pajak Penghasilan untuk Pebisnis

Mengenal Pajak Penghasilan untuk Pebisnis

Membayar gaji karyawan tepat waktu merupakan salah satu kunci penting agar karyawan Anda merasa termotivasi dan semakin giat dalam bekerja. Untuk mewujudkan hal ini, Anda perlu membuat pencatatan khusus dan membuat list agar tidak ada yang terlupa saat pembayaran gaji. Komponen utama untuk menentukan dengan tepat berapa banyak karyawan serta gaji yang harus dibayarkan, namun Anda juga harus memperhitungkan hal-hal penting seperti pajak Negara dan pajak dari gaji yang diterima.

Sebagai pemilik bisnis, sangat penting untuk Anda memiliki pemahaman yang luas tentang setiap komponen dari pemotongan pajak pada gaji karyawan. Meskipun Anda tahu sebelumnya tentang manfaat pemotongan pajak, namun Anda mungkin tidak memahami dengan jelas tentang tujuan pajak tersebut. Seperti cara kerja pajak tersebut dan konsekuensi jika tidak membayar pajak, sehingga Anda dapat mengambil langkah yang tepat untuk megelola bisnis dengan lebih baik.

Apa itu pajak penghasilan?

Apa itu pajak penghasilan?

Pajak penghasilan biasa disebut dengan Pajak Penghasilan Pasal 25 atau PPh 25. PPh 25 adalah pajak yang dikenakan untuk orang pribadi, perusahaan atau badan hukum lainnya atas penghasilan yang didapat. Dasar hukum untuk pajak penghasilan adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983, kemudian mengalami perubahan berturut-turut, dari mulai Undang-Undang Nomor 7 & Tahun 1991, Undang-Undang Nomor 10 & Tahun 1994, Undang-Undang Nomor 17 & Tahun 2000, dan terakhir Undang-Undang Nomor 36 & Tahun 2008.

Di Indonesia, awalnya pajak penghasilan diterapkan pada perusahaan perkebunan-perkebunan yang banyak didirikan di Indonesia. Pajak tersebut dinamakan dengan Pajak Perseroan (PPs). Pajak Perseroan adalah pajak yang dikenakan terhadap laba perseroan dan diberlakukan pada tahun 1925. Setelah pajak dikenakan hanya untuk perusahaan-perusahaan yang didirikan di Indonesia, berangsur-angsur akhirnya diterapkan pula pajak yang dikenakan untuk perorangan atau karyawan yang bekerja di suatu perusahaan. Pada tahun 1932 misalnya, diberlakukan yang disebut dengan Ordonasi Pajak Pendapatan. Ordonasi Pajak Pendapatan ini dikenakan untuk orang Indonesia maupun orang yang bukan penduduk Indonesia tetapi memiliki pendapatan di Indonesia. Setelah itu pada tahun 1935 diberlakukan Ordonasi Pajak Pajak Upah yang mengharuskan majikan memotong gaji atau upah pegawai untuk membayar pajak atas gaji atau upah yang diterima.

Membayar pajak penghasilan

Membayar pajak penghasilan

Seberapa sering Anda melakukan pembayaran pajak penghasilan biasanya tergantung pada ukuran bisnis Anda. Karyawan dari perusahaan rumah tangga dengan penghasilan kecil biasanya tidak dikenakan pajak penghasilan kecuali perusahaan yang telah mendaftarkan diri sebagai CV atau PT, mereka diharuskan membayar pajak.

Pajak ini tidak terlalu besar jadi sebagai karyawan hal ini tidak akan memberatkan. Untuk pembayaran biasanya perusahaan sudah mempotong gaji  untuk pembayaran pajak sehingga karyawan tidak perlu repot lagi harus membayar pajak.

Sebagai pemilik bisnis, Anda harus cermat dalam menghitung gaji karyawan beserta potongan pajaknya. Jika terasa sulit Anda dapat mempercayakan kepada satu orang karyawan yang ahli pada bidang ini, untuk menghitung penggajian serta pemotongan pajak penghasilan seluruh karyawan. Dengan begitu Anda hanya melihat laporan yang telah dibuat.

Bagaimana mengelola pajak penghasilan

Bagaimana mengelola pajak penghasilan

Ada beberapa cara Anda dapat mengelola pajak penghasilan karyawan dan memastikan bahwa bisnis Anda mematuhi peraturan dari Dirjen Pajak:

Anda dapat menyelesaikan pajak gaji untuk setiap karyawan di perusahaan Anda. Proses ini melibatkan menganalisis formulir pajak setiap karyawan, menghitung tunjangan, merujuk pada tabel pendapatan dan melakukan aritmatika dasar untuk memotong jumlah uang yang tepat. Ingatlah bahwa Anda harus menghitung pemotongan pajak gaji negara bagian dan federal.

Selanjutnya Anda juga dapat bekerja dengan seorang professional dalam bidang pajak. Anda juga dapat berbicara dengan seorang akuntan tentang menyelesaikan pajak gaji, meskipun mereka mungkin merujuk Anda ke layanan penggajian atau penghasilan.

Jika Anda berinvestasi dalam layanan atau bekerja dengan profesional pajak, daripada mengurus sendiri pajak gaji, Anda dapat menghabiskan lebih sedikit waktu mengerjakan operasi bisnis dan lebih banyak waktu menangani proyek dan masalah penting dalam bisnis Anda.

Apa yang terjadi jika Anda tidak membayar pajak?

Apa yang terjadi jika Anda tidak membayar pajak?

Jika Anda tidak melakukan pembayaran tepat waktu, Anda bisa menghadapi denda besar, melihat bisnis Anda tutup dan mungkin Anda juga terpaksa menghabiskan waktu di balik jeruji besi. Pakar perpajakkan mengatakan setiap uang yang Anda potong dari gaji karyawan Anda untuk pajak penghasilan secara teknis adalah milik pemerintah. Jika Anda tidak membayar pajak gaji yang benar atau mengirim pembayaran lebih lambat dari yang dijadwalkan, Anda kemungkinan akan dikunjungi oleh orang dari perpajakkan.

Pajak penghasilan adalah bagian penting dari bisnis Anda. Walaupun mungkin mudah untuk fokus pada operasi Anda sehari-hari dan melupakan aspek organisasi tingkat tinggi, pajak penghasilan adalah sesuatu yang harus dikontribusikan oleh bisnis Anda. Anda harus mempertimbangkan untuk bermitra dengan layanan penggajian atau bekerja dengan profesional pajak untuk melindungi bisnis Anda dari pelanggaran terhadap pajak.

Bagikan untuk teman: