Mengenal 4 Unicorn yang Ada Di Indonesia

4 Unicorn di Indonesia

Istilah ‘Unicorn’ menjadi perbincangan hangat di media sosial sejak debat capres 2019 semalam. Bagi masyarakat Indonesia mungkin istilah unicorn masih asing didengar, hanya segelintir kalangan yang mengenal istilah ini. Unicorn adalah sebutan bagi start up atau perusahaan rintisan yang bernilai diatas 1 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 14 triliun.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa unicorn yang sampai saat ini terus berkembang dan memiliki penghasilan yang luar biasa. Apa saja? Berikut 4 unicorn yang ada di Indonesia.

1. GO-JEK

GO-JEK

GO-JEK adalah sebuah perusahaan yang berjiwa sosial dan memimpin revolusi industri transportasi ojek (sepeda motor) di Indonesia. GO-JEK menjalin kerjasama dengan para tukang ojek yang memiliki pengalaman di Indonesia. Selain itu GO-JEK menjadi alternatif untuk pengiriman barang, antar makanan, berbelanja, dan masih banyak lagi.

GO-JEK didirikan oleh seorang entrepreneur muda sukses asal Indonesia yang bernama Nadiem Makarim atau sering dipanggil Nadiem, Ia juga berstatus sebagai Chief Executive Officer (CEO) GO-JEK. Nadiem Makarim merupakan lulusan S2 Harvard Business School dan kini telah memperoleh gelar MBA (Master of Business Administration).

GO-JEK juga mengembangkan bisnis pengiriman makanan yang menurut orang yang terpisah menghasilkan margin yang jauh lebih tinggi daripada memanggil mobil. Bisnis pembayaran mobile-nya, Go-Pay, berkembang pesat karena melengkapi dengan penawaran GO-JEK lainnya. GO-JEK telah memengaruhi generasi baru start-up ride-hailing di Asia Tenggara, termasuk U-Hop di Filipina, Banana Bike di Thailand dan CatchThatBus di Malaysia.

2. TRAVELOKA

TRAVELOKA

Traveloka Indonesia adalah perusahaan yang menyediakan tiket pesawat dan hotel online denga memfokuskan perjalanan domestik di Indonesia. traveloka menawarkan platform online yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pemesanan tiket pesawat dari berbagai maskapai, kereta api  dan transportasi lainnya.

Besarnya nama Traveloka tidak lepas dari Ferry Unardi CEO sekaligus Co Founder dari Traveloka. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2012 dan berpusat di Jakarta Barat, Indonesia. Ferry merupakan lulusan Purdue University jurusan Computer Science dan Engineering, sejak lulus S1 Ferry diketahui bekerja di Microsoft Seattle sebagai seorang software engineer. Pada 28 Juli 2017, Deal Street Asia melaporkan nilai kesepakatan Traveloka mencapai sekitar 2 miliar dollar AS.

3. TOKOPEDIA

TOKOPEDIA

Tokopedia memiliki dan mengoperasikan platform online yang memungkinkan seseorang atau pemilik usaha kecil hingga menengah di Indonesia untuk membuka dan mengelola  toko online mereka. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2009 oleh William tanuwijaya dan berpusat di Jakarta barat.

Pada bulan Agustus 2017, Tokopedia menerima investasi  1,1 miliar dollar AS dari Alibaba. Dengan investasi ini, Alibaba mendapatkan pijakan dalam lanskap e-commerce Indonesia. Tokopedia telah mengumpulkan 147 juta dollar AS dalam putaran baru pendanaan dari investor pada tahun 2016.

4. BUKALAPAK

BUKALAPAK

Bukalapak adalah platform e-commerce yang memungkinkan penjual dan pembeli melakukan transaksi online yang aman dengan cara yang sederhana. Achmad Zaky adalah orang dibalik Bukalapak yang merupakan pendiri dan kepala eksekutif perusahaan marketplace ini.

Pada akhir 2015, Bukalapak memiliki 510.000 UKM di dalamnya, menjajakan lebih dari 1,4 juta item di platformnya. Perusahaan ini diketahui telah melakukan transaksi harian senilai lebih dari 4 juta dollar AS pada bulan Desember dan mengalami pertumbuhan 3-5 kali lipat tahun lalu.

Demikian ulasan tentang 4 unicorn yang ada di Indonesia. Semoga artikel ini membantu Anda mengetahui lebih jauh tentang unicorn.

Bagikan untuk teman: